SMP Negeri 5 Kendari Gelar Pendampingan Sekolah Model Bersama BGTK: Fokus Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial
KENDARI — SMP Negeri 5 Kendari sukses melaksanakan kegiatan Pendampingan Sekolah Model yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi di lingkungan sekolah.
Pendampingan ini memfokuskan pada tiga pilar utama transformatif dalam dunia pendidikan modern, yaitu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Pengenalan Koding (Coding), serta pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses belajar-mengajar.
Pokok Agenda Pendampingan
Penyelarasan modul ajar dan strategi pembelajaran agar murid tidak sekadar menghafal, tetapi mampu memahami konsep secara berkesan, berpikir kritis, serta menerapkan pengetahuan dalam pemecahan masalah nyata.
2. Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA):
Pendampingan teknis dan pedagogis bagi guru dalam mengenalkan pemikiran komputasional (computational thinking), logika pemrograman dasar, serta pemanfaatan tools AI secara etis dan efektif di lingkungan sekolah.
3.Observasi Kelas dan Simulasi Praktik:
Tim BGTK bersama pendamping melakukan pendampingan langsung untuk melihat praktik pembelajaran guru di kelas serta memberikan umpan balik (feedback) konstruktif.
4.Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL):
Diskusi evaluasi bersama kepala sekolah, Guru dan tim pengembang kurikulum sekolah untuk menyusun langkah keberlanjutan SMPN 5 Kendari sebagai rujukan Sekolah Model.
Tim BGTK memberikan arahan langsung serta supervisi adaptif agar implementasi kurikulum berbasis digital dapat berjalan secara berkelanjutan di SMP Negeri 5 Kendari.
Kepala SMP Negeri 5 Kendari menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak BGTK atas bimbingan dan pendampingan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 5 Kendari berkomitmen untuk terus berinovasi dan siap menjadi rujukan (sekolah model) bagi sekolah-sekolah di sekitarnya dalam penerapan teknologi pembelajaran terkini.
Diharapkan hasil dari kegiatan pendampingan ini dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas, sehingga mampu mencetak generasi peserta didik yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.